Jika berbicara langsung mengenai adanya kerjasama yang baik antar negara, ada baiknya kita membicarakan negara kita terlebih dahulu yang selalu menjalin kerjasama baik dengan beberapa negara yang ada. salah satu contoh yang bisa kita ambil saat ini adalah kerjasama antara Indonesia dengan Slowakia. Untuk hubungan yang baik saat ini dijalani oleh Negara Indonesia dengan Slowakia, pasalnya memang kerjasama kedua negara ini sudah terjalin bagus dari tahun 1993. Semua terlihat jelas pada kunjungan Tingkat Tinggi yang telah dilakukan sejak tahun 2002, kurang lebihnya terjadi sejak negara Indonesia dipegang langsung oleh Presiden Wanita satu-satunya di Indonesia yakni Ibu Megawati Soekarno Putri. Semenjak kunjungan itulah, kedekatan negara Indonesia dengan Slowakia semakin terjalin dengan baik karena, mendapatkan kunjungan balik dari Presiden Slowakia itu sendiri.

Dari Kesepakatan kunjungan yang sudah terlaksana oleh Presiden Slowakia ke Indonesia di tanggal 9 hingga 12 Oktober 2011 silam, langsung tersepakati adanya peningkatan hubungan Bilateral di 9 sektor yang diprioritaskan. Bilateral tersebut seperti : (1) Ketahanan terhadap Pangan, (2) Sebuah Energi yang Terbarukan, (3) Masalah Perdagangan dan Investasi, (4) Mengenai Perbankan, (5) Adanya Media Massa dan penyiaran, (6) Kerjasama yang diadakan Antara Lembaga Pendidikan Tinggi, (8) Masalah Pariwisata, (9) Terdapat kerjasama Sosbud ( sosial budaya ). 

Untuk saat ini, Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Slowakia sedang menjajaki adanya sebuah penandatanganan MoU pada bidang pertahanan. Sampai semuanya benar-benar sejalan dengan baik bagi negara Indonesia. Selain itu, Negara Slovakia juga sudah menjadi salah satu negara Eropa yang memiliki keunikan dan cukup cocok untuk dilakukan jalinan kerjasamanya. Berbagai hal dapat dipertimbangkan untuk menjalin kerjasama dengan negara ini, seperti dalam hal:

 

Hubungan Perdagangan

Berbagai jenis Ekspor dan Impor yang hingga saat ini telah dikerjakan oleh negara Indonesia dan Slovakia seperti contohnya: Ekspor utama dalam bentuk alas kaki, produk makanan, garmen dan pakaian olah raga, aksesoris, perlengkapan furniture, aneka bentuk kerajinan tangan, kopi dan teh. Kopi yang umumnya banyak diimpor ke Slovakia dalam bentuk green coffee, yang dianggap dapat lebih bertahan lama dibanding dengan kopi sangrai. Sedangkan untuk jenis kopi sangrai akan lebih sering dijual di daerah tertentu yang lebih padat akan konsumen.

Beberapa jenis kopi lokal yang sudah diimpor ke Slovakia dan diminati oleh masyarakat setempat seperti kopi Jawa Blawan, kopi Sumatra Mandheling, kopi Luwak, Sedangkan aneka bentuk kegiatan impor yang dilakukan di antara Indonesia dan Slowakia contohnya: Produk teknologi, produk dalam jenis mesin pertanian, produk senjata dan untuk perlindungan, bahan kimia serta aneka jenis produk farmasi.

Dalam hal kerjasama juga negara Indonesia dan Slovakia telah menjamin mekanisme sidang komisi bersama (joint commision) yang telah berlangsung hingga tiga kali di wilayah Indonesia maupun Slovakia. Untuk mendukung interaksi bisnis juga Indonesia Slovakia telah menjalin Business Round Table (BRT) yang telah diadakan sebanyak 8 kali dimana periode terakhirnya berlangsung pada tahun 2013 lalu. Setelah itu dimulai dari tahun 2013 hingga 2016 terdapat kunjungan delegasi dan pengusaha dari Indonesia ke Slowakia yang berlangsung hingga 9 kali yang membahas akan seputar UKM, KADIS, produk makanan dan minuman, kopi, sawit, serta furnitur.

 

Hubungan Investasi

Negara Slowakia tercatat banyak menanamkan investasi dalam bidang properti seperti hotel dan pelayanan penginapan, serta dalam bidang energi seperti pembangkit listrik mulai dari skala kecil hingga menengah. Masyarakat Slovakia menjadi salah satu level terendah dalam menggunakan pendapatannya untuk merawat kesehatan tubuh di kawasan Uni Eropa. Data OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) membuktikan bahwa masyarakatnya hanya menghabiskan uang sebesar 690 $ USD per kapita di tahun 2005 yang lalu. Data ini juga menyampaikan bahwa jumlah kematian dari masyarakat Slowakia yang mengidap penyakit kardiovaskular dan jantung berada dalam persentase tertinggi di seluruh dunia. Oleh karena itu alternatif memberi penanganan dalam teknik obat-obatan herbal dan tradisional untuk dapat membantu mengurangi penyakit ini mungkin dapat dipertimbangkan untuk dikembangkan kepada para masyarakat sekitar. 

 

Hubungan Pariwisata

Jumlah pariwisata di antara Indonesia dan Slowakia juga terbukti cukup besar. Meskipun telah diketahui bahwa negara Slowakia memiliki penduduk yang tidak banyak, namun persentase masyarakat setempat yang melakukan perjalanan internasional hingga berjalan-jalan ke Indonesia dapat disebut cukup besar. 1.5 juta jiwa dari skala 5.4 juta jiwa masyarakat yang berkunjung ke negara lain terbukti ,menunjukkan bahwa Indonesia memiliki faktor alam yang indah untuk menarik minat banyak turis dalam mengunjungi keberagaman wisata di Indonesia. Salah satu faktor pendukung begitu tingginya aktivitas wisata warna Slowakia yaitu akibat dari tingkat pertumbuhan ekonominya yang cukup tinggi. Catatan di tahun 2016 saja menyampaikan GDP (PPP) per kapita di tahun 2017 lalu mencapai 36.769 USD. Hal ini berarti masyarakat Slovakia merupakan pihak yang hobi melakukan wisata dan didukung dengan pendapatan yang cukup tinggi.

Negara Slowakia terkenal akan tanaman tertua yang dilindungi di negara ini yaitu bunga edelweiss, yang dalam bahasa Slowakia disebut ples mivec. Tanaman ini cukup terkenal bagi pecinta flora, akibat julukannya sebagai bunga abadi yang dapat tumbuh di lingkungan dengan suku ekstrim sekalipun.

Hubungan Pendidikan dan Sosial Budaya

Beberapa kerjasama yang sudah disepakati bersama di antara Indonesia dan Slowakia yaitu dalam hal Ilmu Pengetahuan, Pendidikan, Budaya, Olahraga dan mengenai pemuda di Jakarta yang dilakukan pada 29 Maret 2010 lalu. Hubungan pendidikan ini menghasilkan 14 universitas banyaknya yang telah menjalin kerjasama dengan Slowakia untuk pertukaran aneka profesi sepert pelajar, tenaga pengajar, peneliti, joint research, pihak publikasi, untuk keperluan seminar, dan lain-lainnya.

Dalam hal seni dan budaya Indonesia juga diminati oleh banyak warga negara Slowakia. Hal ini terbukti dari bentuk kerjasama beasiswa yang disediakan bagi warga negara Slowakia mendapat minat yang tinggi dan hingga saat ini telah diisi oleh 240 orang Slowakia yang diterima untuk studi akan bahasa dan budaya Indonesia di berbagai lokasi. Negara Slowakia pun memberikan bantuan pendidikan seperti dalam bentuk beasiswa untuk 1 hingga 3 semester dengan nominal beasiswa yang dapat mencapai berkisar 350 hingga 1000 Euro yang juga diberikan selain biaya tiket pesawat serta biaya untuk kebutuhan hidup yang diberikan secara terpisah dari biaya pendidikan utamanya..

Hubungan Konsuler

Negara Indonesia dan Slowakia telah bersepakat dalam membuat hubungan kerjasama turis di antara kedua negara yang dapat berkunjung untuk aneka keperluan seperti menjalankan usaha maupun berlibur dengan bebas dari visa kunjungan bagi pemilik paspor diplomatik maupun dinas. Indonesia juga memberi manfaat bagi para warga Slowakia yang berniat untuk liburan ke Indonesia dengan tanpa memerlukan visa untuk periode berkunjung hingga 30 hari. Hingga kini tercatat sudah cukup banyak warga Indonesia yang tinggal di Slowakia untuk berbagai keperluan seperti 4 orang yang tercatat bekerja di spa therapist di kota Dunajska Streda, Slowakia, 4 orang pihak rohaniawan, dan sisanya merupakan WNI yang menikah dengan warga negara Slowakia.

Recent Posts

Tags